Langsung ke konten utama

Art Therapy Group sebagai Teknik Bimbingan di Taman Kanak-kanak

Menurut Ernawulan Syaodih (2005) kebutuhan layanan bimbingan di TK muncul dari karakteristik dan masalah - masalah  perkembangan yang terjadi pada masa kanak - kanak. Layanan bimbingan ini merupakan suatu usaha bantuan dari guru pada anak yang dilaksanakan secara bersama - sama dengan proses pembelajaran yang terjadi. Hal ini berarti pada saat mengajar guru dapat berperan sebagai pengajar sekaligus pembimbing yang bertujuan untuk  membantu proses  perkembangan anak seoptimal mungkin. Anak Agung Ngurah Adhiputra (2013) mengungkapkan bahwa karakteristik bimbingan di TK adalah sebagai berikut:
1)      Proses bimbingan harus disesuaikan dengan pola pikir dan pemahaman anak.
2)      Pelaksanaan bimbingan terintegrasi dengan pembelajaran.
3)      Waktu pelaksanaan bimbingan sangat terbatas.
4)      Pelaksanaan bimbingan dilaksanakan dalam masa bermain.
5)      Adanya keterlibatan teman sebaya.
6)      Adanya keterlibatan orang tua.
Pelaksanaan layanan bimbingan pada siswa TK dapat dilakukan dengan menggunakan teknik bimbingan kelompok maupun individual (dalam Anak Agung Ngurah Adhiputra, 2013: 88). Mengingat hasil assesment prapenelitian menunjukkan bahwa permasalahan perilaku prososial yang muncul di TK Harapan dialami oleh beberapa siswa, maka teknik bimbingan kelompok merupakan teknik yang tepat untuk dipilih. MenurutJacobs, Masson, Harvill, dan Schimmel (2012), macam - macam teknik bimbingan kelompok adalah menulis, gerak, lingkaran, dyads dan triads,creative props, art dan craft, fantasi, bacaan umum, umpan balik, kepercayaan, experiential, dilema moral, keputusan kelompok, dan sentuhan.
Penggunaan masing - masing teknik bimbingan ini perlu disesuaikan dengan kemampuan siswa dan tujuan yang ingin dicapai. Art Therapy Group merupakan bagian dari teknik bimbingan yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku prososial siswa seperti yang diungkapkan oleh American Art Therapy Association (2013) bahwa Art Therapy Group dapat mengembangkan keterampilan sosial salah satunya perilaku prososial. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan di TK merupakan suatu usaha bantuan dari guru pada anak yang dilaksanakan secara bersama - sama dengan proses pembelajaran yang terjadi dan bertujuan untuk membantu proses perkembangan anak seoptimal mungkin. Layanan ini dilakukan dengan memperhatikan karakteristik bimbingan di TK yaitu proses bimbingan harus disesuaikan dengan pola pikir dan pemahaman anak, pelaksanaan bimbingan terintegrasi dengan pembelajaran, waktu pelaksanaan bimbingan sangat terbatas, pelaksanaan bimbingan dilaksanakan dalam masa bermain, adanya keterlibatan teman sebaya, dan adanya keterlibatan orangtua. Pelaksanaan layanan bimbingan ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik bimbingan kelompok maupun individual. Macam -macam teknik bimbingan kelompok adalah menulis, gerak, lingkaran, dyads dan triads, creative props, art dan craft, fantasi, bacaan umum, umpan balik, kepercayaan, experiential, dilemma moral, keputusan kelompok, dan sentuhan. Art Therapy Group  merupakan bagian dari teknik bimbingan yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku prososial siswa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Prososial Anak Prasekolah

Anak usia prasekolah memiliki karakteristik tersendiri dalam segi pertumbuhan dan perkembangannya. Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia antara 3-6 tahun (Wong, 2000). Pada usia ini anak bisa diarahkan ke arah yang positif atau ke arah yang bisa membantu perkembangan   sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak tersebut. Erik H. Erikson (Helms & Turner, 1994) memandang periode usia 4-6 tahun sebagai fase sense of initiative.   Anak dilahirkan belum bersifat sosial, dalam arti dia belum memiliki kemampuan untuk lebih akrab dengan orang lain. Baron & Byrne (2003) menjelaskan perilaku prososial sebagai segala tindakan apa pun yang menguntungkan orang lain. Secara umum, istilah ini diaplikasikan pada tindakan yang tidak menyediakan keuntungan langsung pada orang yang melakukan tindakan tersebut, dan bahkan mungkin mengandung derajat resiko tertentu. Faturochman (2006) juga menyatakan perilaku prososial sebagai perilaku yang memi...

resume filsafat pengetahuan

Filsafat pengetahuan, apa mungkin mengubah Mindset berfikir peserta didik? Dapatkah kajian ini mendiorong kreativitas berfikir peserta didik? Padahal terhadap mata kuliah ini, untuk tingkat Pendidikan Tinggi pun masih sering dianggap kurang bermakna, kurang relevan dan kurang berdaya guna, bahkan sebagian orang menyebutnya sebagai mata kuliah asing, khususnya jika harus diajarkan di program Strata Satu. Jika mata kuliah ini diajarkan dalam proposinya yang tepat, ia dapat memberi arti akan pentingnya penemuan orientasi, tujuan, jalan, dan peta kehidupan seseorang. Ia bukan hanya menulusuri perkembangan kekinian yang bertumpu pada kajian kesadaran diri, baik pada aspek kognisi, afeksi komplek. Ujungnya melaluui penguasaan bidang ini, seseorang akan tumbuh menjadi figur yang memiliki kehendak untuk memilih dan menentukan pilihan hidup disertai dengan logika-logika logisnya mengapa ia memilih sesuatu. Jika filsafat pengetahuan hanya dipahami dalam rumpun yang demikian, tentu juga k...

resume Struktur Fundamental Pedagogik

        Aksiologi Paulo Freire. Secara estimologi, aksiologi berasal dari bahasa yunani yang tersusun dari dua kata penghubung yaitu "axios" yang berarti "nilai" dan "logos" yang berarti "perkataan, teori, atau ilmu". Jadi dapat disimpulkan bahwa axiology secara etimologi memiliki arti yaitu teori atau ilmu tentang nilai. Menurut bahasa Yunani, aksiologi berasal dari kata axios artinya nilai dan logos artinya teori atau ilmu. Menurut Kamus Bahasa Indonesia (1995:19) aksiologi adalah kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai khususnya etika. Dalam Encyclopedia of Philosophy(dalam Amsal:164) dijelaskan aksiologi disamakan dengan value and valuation : 1.   Nilai digunakan sebagai kata benda abstrak, Dalam pengertian yang lebih sempit seperti baik, menarik dan bagus. Sedangkan dalam pengertian yang lebih luas mencakup sebagai tambahan segala bentuk kewajiban, kebenaran dan kesucian. 2.   Nilai seb...